Lima Superstar Bundesliga yang Dapat Dibeli Los Blancos

Lima Superstar Bundesliga yang Dapat Dibeli Los Blancos – Real Madrid barangkali tak membuka kampanye anyar sebagaimana yg diinginkan. Klub Spanyol tersebut kala ini berada pd letak ke-3 dg ketinggalan 8 angka di belakang musuh tersengit mereka, Barcelona. Dgn harapan yng makin tumbuh, tiap kampanye, Zinedine Zidane telah mendapatkan tuntutan keras pd awal kampanye. Maka … Continue reading “Lima Superstar Bundesliga yang Dapat Dibeli Los Blancos”

Lima Superstar Bundesliga yang Dapat Dibeli Los Blancos – Real Madrid barangkali tak membuka kampanye anyar sebagaimana yg diinginkan. Klub Spanyol tersebut kala ini berada pd letak ke-3 dg ketinggalan 8 angka di belakang musuh tersengit mereka, Barcelona. Dgn harapan yng makin tumbuh, tiap kampanye, Zinedine Zidane telah mendapatkan tuntutan keras pd awal kampanye. Maka sebab itu, mereka tampaknya memerlukan energi extra. Bursa transfer Januari dapat menjadi suasana yng amat terpenting bagi Madrid sebab dapat menentukan takdir mereka di kampanye ini. Pemain-pemain baru diharapkan bisa datang pada musim dingin. Karena moneter Real Madrid gak sedikit, mereka mampu membayar punggawa anyar includ yg berasal dr Bundesliga. Sejumlah punggawa yng bermain di Jerman mempunyai mutu tuk menambah power tim Madrid. Berikut ini 5 superstar Bundesliga yg dapat dibeli Real Madrid seperti disiarkan Sportskeeda.

Joshua Kimmich – Luka yg dirasakan Dani Carvajal membikin Real Madrid ada didalam krisis. Pemain belakang kanan yang berasal dari Spanyol tersebut adalah salah satu pesepakbola Madrid yg sangat stabil & diprediksi bakal keluar setidak2nya sepanjang 2 bulan. Joshua Kimmich ditunjuk menjadi suksesor yg cocok. Pesepakbola berumur 22 tahun tersebut mempunyai permainan-permainan simetris yg dapat bermain dg solid & sambil menyokong gempuran dr sisi sayap. Kiminch sering menyiapkan sumbangsih yg hebat & didalam 11 laga kampanye ini, ia sudah jadi kreator Bayern. Ia membuat satu kesempatan tiap 55 menit & ketika ini terdapat di ranking ketiga terbeken Bundesliga, di belakang, Levin Oztunali (Mainz 05) dan Philipp Max (Augsburg).

Manuel Neuer – Salah satu pos yng dikukuhkan harus renovasi serius ialah tempat penjaga gawang. Performa Keylor Navas tengah tidak seluruhnya dapat dipercaya seluruh pendukung di Santiago Bernabeu. Manuel Neuer ditunjuk amat cocok dr cara bertanding menyerbu versi Madrid. Punggawa Jerman ini adalah penjaga gawang yng berhasil serta dapat menjadi jalan keluar yg istimewa tuk persoalan yg ada di barisan pertahanan. Neuer mempunyai popularitas yg keren dengan Bayern. Ia cuma kemasukan 22 goal kampanye yg lalu & jua mendapat 14 cleansheets dr 26 laga liga. Di umur 31 tahun, Neuer disebut terbilang remaja tuk patokan penjaga gawang & Real Madrid sangat dapat nyaman bila mampu mendapat punggawa Jerman ini.

Jerome Boateng – Walaupun barisan serang Real Madrid amat tajam hingga sukses memberikan kemenangan untuk sekian banyak tahun belakangan, sektor pertahanan mereka dijadikan pantuan. Sergio Ramos ataupun Raphael Varane terkadang membikin kelalaian hingga membikin semua pendukung Real Madrid tak nyaman. Mereka membutuhkan punggawa yng dapat memperbaiki barisan pertahanan semacam Jerome Boateng. Sehabis bersepakat dg Bayern Munchen, Boateng ditunjuk menjadi salah satu bek terbeken. Punggawa Jerman tersebut telah menegaskan kualitasnya & dapat membuat ketentraman di lini belakang Los Blancos.

Timo Werner – Timo Werner turun amat spektakuler dengan RB Leipzig semenjak hijrah dr Stuttgart di kampanye yg lalu. Dia jadi tumpuan di barisan depan Leipzig & dapat membikin 21 gol di kampanye lalu. Lantaran Real Madrid kerap mengoleksi pesepakbola terbeken di dunia, transfer Werner menuju Santiago Bernabeu bisa saja dapat cepat terjadi. Apa lagi punggawa berumur 21 th tersebut dapat jadi penerus Karim Benzema yg telah turun & Gareth Bale yg peka cedera. Werner pastinya saja bakal membutuhkan dana raksasa namun Madrid tidak sedikitpun gentar merogoh sakunya dalam-dalam tuk memperoleh punggawa yng dikodratkan dapat mendapat hal-hal hebat.

Pierre-Emerick Aubameyang – Aubameyang telah sudah dihubungkan dg Real Madrid & sang pesepakbola mengatakan telah mau berlaga di sana. Punggawa Gabon tersebut telah berubah jadi ujung tombak yg membahayakan & menyarangkan skor dengan berkala. Kehadiran Aubameyang dapat menggantikan ataupun menambah pilihan barisan serang Los Blancos yng terdapat kala ini. Punggawa berumur 28 th tersebut dapat memasukan 38 skor tuk Borussia Dortmund pd kampanye yang lalu. Speedity dan intensitas Aubameyang dapat memberikan nilai positif yg mungkin amat besar tuk Madrid. Tak cuma akan membikinnya menjadi salah satu gempuran sangat cepat dunia, Aubameyang pun berkesempatan menjadi penerus Karim Benzema.

4 Pemain Madrid yang Pernah Diusir Wasit di Pertandingan El Clasico

4 Anggota Madrid yang Pernah Diusir Wasit di Pertandingan El Clasico – Bila dihitung dari 2010, anggota Real Madrid sangat sering diusir wasit di dalam pertandingan El Clasico dibanding pemain Barcelona. Sergio Ramos jadi pemain yang sangat sering memperoleh kartu merah di laga menghadapi Barcelona. Cristiano Ronalo memperoleh kartu merah perdananya selama bermain dalam 28 pertandingan El Clasico di pertandingan perdana Piala Super Spanyol 2017. Persaingan antara Real Madrid dan Barcelona menciptakan tekanan dalam setiap pertarungan kedua klub bertemu pasti tinggi. Permainan kencang menjurus kasar pun hampir pasti terlihat.

Semenjak keunggulan 5-0 Barcelona dari Madrid di 2010, paling tidak sudah ada 14 kartu merah yang dikerahkan wasit. Dari keseluruhan kartu merah itu, 11 di antaranya diberikan pada pemain Los Blancos kemudian sisanya pada pemain Barcelona. Cristiano Ronaldo jadi pemain Madrid terakhir yang mendapat kartu merah dari wasit. Itu adalah kartu merah perdananya selama bermain dalam 28 pertandingan El Clasico.

Berikut ini paparan anggota Madrid lainnya yang pernah mendapat kartu merah sebelum Ronaldo:

Isco Alarcon – Emosi yang tidak terkendali lantaran klubnya tidak mampu memenangkan laga menjadikan Isco Alarcon frustrasi. Sebagaimana yang dilakukan Isco ketika Real Madrid melawan Barcelona pada La Liga minggu ke-12 musim 2015/16. Ketinggalan 0-4 di depan beribu-ribu penonton sendiri membuat Isco lupa diri. Ketika mengawal pergerakan Neymar di sudut kanan pertahanan Madrid, Isco pun memberikan sebuah tendangan menuju paha sang penyerang. Tak dapat terbendung lagi, Neymar akhirnya megerang kesakitan. Pelanggaran yang dilakukan Isco di menit ke-85 itu pada dasarnya terkesan disengaja untuk melukai Neymar. Tidak mengherankan bila wasit pun segera memberikan Isco dengan kartu merah.

Marcelo – Leg kedua Piala Super Spanyol di 17 Agustus 2011 jadi pertandingan yang sangat panas di antara pertandingan El Clasico dalam enam tahun belakangan. Bagaimanakah tidak, sebelum pertandingan berakhir wasit musti memberikan tiga kartu merah langsung dengan jeda cuma 1 menit saja. Kesatu untuk Marcelo yang melakukan tekel yang amat berbahaya pada Cesc Fabregas di menit ke-3 masa injury time. Pelanggaran ini langsung memacu adu mulut serta adu badan di antara semua pemain Madrid serta Barcelona. Pertarungan El Clasico itu dimenangkan Barcelona 3-2. Dari hasil itu, Barcelona pun berhasil menjuarai Piala Super Spanyol sebab menang agregat 5-4.

Mesut Ozil – Masih jadi kelanjutan setelah wasit mengenyahkan Marcelo, keributan antarpemain pun tidak terelakkan. Di antara anggota Madrid yang ada di lapangan ketika itu, Mesut Ozil jadi tumbal. Dirinya mengiringi jejak Marcelo yang keluar medan pertempuran sebelum laga selesai. Ozil disebut memprovokasi para pemain yang berada di lapangan. Karena kelakuan tidak sportifnya itu, midfielder Timnas Jerman tersebut pun mendapatkan kartu merah. Penyerang Barcelona David Villa juga mendapatkan kartu merah dengan argumen yang sama dan turun langsung dalam keributan tersebut bersama dengan Ozil.

Sergio Ramos – Tidak ada bintang Real Madrid yang sangat sering mendapat kartu merah disamping Sergio Ramos. Selama kariernya bersama dengan Los Blancos, pesepakbola kelahiran Sevilla ini sudah menghasilkan 22 kartu merah. Dari total tersebut 5 di antaranya didapatkan Ramos di pertandingan El Clasico. Ramos pertama kali mendapatkan kartu merah ketika Barcelona menang 5-0 di 29 November 2010. Dirinya memperoleh kartu kuning pertama setelah mengganjal David Villa di menit ke-20. Di waktu injury time, Ramos mendapatkan kartu kuning keduanya sehabis melanggar Lionel Messi. Kartu merah kelima Ramos diperoleh di leg La Liga musim kemarin. Di pertandingan kedua El Clasico musim lalu (23/04/17), dirinya membuat pelanggaran cukup berbahaya kepada Lionel Messi. Memang Ramos tidak menyentuh dengan kencang Messi saat itu, namun tindakannya masih termasuk dalam kategori berbahaya. Kartu merah langsung pun musti didapatkan Ramos.